Posts Tagged “koefisien tapak bangunan”

Pengertian Koefisien Tapak Basemen (KTB)

Koefisien tapak bangunan (KTB) adalah persentase perbandingan antara luas tapak basemen dengan luas lahan atau luas tanah. Peraturan ini biasanya di terapkan hanya untuk bangunan yang memiliki basemen. Sehingga peraturan ini di buat guna menghitung berapa KTB sebuah bangunan jika bangunan itu ingin memiliki sebuah basemen. Selain itu koefisien tapak bangunan (KTB) juga dapat di artikan sebagai batas luas lantai basemen dengan luas tapak atau lahan yang ada. Dengan pemberian batasan terhadap seberapa besar luas basemen di harapkan para developer juga mempertimbangkan luas sebuah basemen bangunan sebelum di buat. Hal ini untuk meminimalisir adanya bencana alam serta unsur estetika yang pas antara gedung utama dengan lantai basemen.

 

Macam-Macam Jenis Tapak

 

Sebelum membangun sebuah basemen di atas sebuah lahan tapak ada baiknya Anda pahami dahulu beberapa jenis tapak berikut ini.

 

 

  1. Tapak miring

 

Tapak miring adalah sebuah lahan yang biasanya terdapat atau berlokasi di area perbukitan atau pegunungan atau daerah lain yang memiliki kemiringan yang tidak wajar. Tetapi tidak semua tapak miring bisa di bangun sebuah gedung yang memiliki basemen. Karena terkadang ada sebuah tapak miring yang komposisi tanahnya mudah longsor sehingga sangat tidak cocok untuk di bangun sebuah gedung.

 

Beberapa karateristik tapak miring yang harus terpenuhi agar aman untuk pembuatan sebuah gedung adalah:

 

  • Memiliki dataran yang cukup luas.
  • Untuk pembuatannya harus dengan cara cut and fill secukupnya agar tidak merusak tapak tersebut. Ketika melakukan mode fill harus melakukan pemadatan tanah dengan memperhitungkan daya dukung tanah tersebut. Pemadatan tanah ini dapat di lakukan setiap 30 cm agar tanah tidak mengalami penurunan.
  • Tapak miring memiliki orientasi tanah ke arah luar dan dalam sehingga ketika membangun sebuah bangunan dan basemen di atas tapak ini maka pemandangan yang cantik akan langsung terlihat.
  • Tapak ini cocok untuk bentuk-bentuk dinamis dengan sifat bangunan informal.
  • Skema bangunan yang di bangun di atas tapak miring sebaiknya menggunakan pola teras.

 

 

  1. Tapak Datar

 

Tapak datar adalah sebuah lahan yang tidak memiliki garis kontur dan biasanya terdapat di lahan perkotaan. Jika berbicara tentang kesulitannya, pembangunan gedung di atas tapak datar terbilang lebih mudah jika di bandingkan dengan membangun sebuah bangunan di atas tapak miring. Hal ini di karenakan kontur tanah yang lebih stabil di banding tapak miring.

 

Beberapa karateristik yang harus di miliki oleh tapak datar sebelum di bangun sebuah bangunan adalah:

 

  • Tapak datar tidak memiliki vocal point sehingga vocal point haruslah di ciptakan sendiri dengan cara visual yang sangat kuat.
  • Cahaya matahari yang menarik dari tapak datar dapat di jadikan permainan untuk memperoleh sisi gelap dan terang yang menarik.
  • Daya tarik dari jenis tanah ini di ciptakan dari antar bangunan yang di bangun di atas tanah tersebut.
  • Garis approach tidak mempengaruhi topografi.
  • Tapak datar lebih bebas dari batasan-batasan perencanaan yang biasanya mengikat.

 

Setelah mengetahui tentang koefisien tapak basemen (KTB) dan apa saja jenis-jenis tapak maka Anda akan lebih mudah menentukan seperti apa bentuk basemen yang akan Anda buat dan seberapa luas basemen tersebut. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan terjadinya pelanggaran terhadap aturan koefisien tapak basemen (KTB) setelah mengetahui tentang batasan-batasan yang ada dalam peraturan tersebut.