Posts Tagged “Harga Jasa Arsitek”

Berapa Harga Jasa Arsitek Profesional?

Untuk membangun sebuah bangunan baik itu bangunan yang besar atau gedung tinggi atau bangunan sederhana sekalipun (misalnya rumah) ada baiknya Anda menggunakan jasa arsitek. Arsitek dapat membantu Anda dalam menyelesaikan masalah yang ada dengan desain yang dirasa paling nyaman dan disesuaikan dengan keinginan Anda. Gunakan waktu konsultasi dengan sebaik-baiknya untuk mengutarakan keinginan dan kebutuhan rumah Anda. Selanjutnya serahkan pada ahlinya.

 

Dalam merancang sebuah bangunan, seorang arsitek membutuhkan tenaga dan pikiran yang optimal karena pekerjaannya cukup berat di setiap prosesnya, dari segi desain maupun pelaksanaan pembangunan. Sebagai ahli rancang bangun, arsitek memiliki bandrol atau harga mereka sendiri-sendiri. Andalah yang dapat menentukan mau memilih arsitek dengan biaya mahal atau yang bagaimana. Yang terpenting Anda perlu tahu dengan harga yang ditawarkan dan Anda akan mendapatkan jasa atau pelayanan apa saja. Jangan sampai Anda tergiur dengan biaya arsitek murah tetapi jasa yang diberikan kurang maksimal, atau ada beberapa proses yang tidak termasuk dalam biaya jasa murah tersebut sehingga ujung-ujungnya Anda tetap membayar biaya tambahan.

 

Dua Cara Menghitung Biaya Desain

 

Sepengetahuan Saya, di Indonesia ada dua macam cara untuk menghitung biaya jasa desain seorang arsitek. Berikut penjelasannya:

 

  1. Hitungan Per Meter

 

Model hitungan per meter ini paling banyak digunakan di kalangan arsitek di Indonesia. Harga yang ditawarkan juga bermacam. Umumnya, kisaran harga per meter yang ditawarkan mulai dari harga 100rb hingga 1 juta rupiah tergantung skill dan pengalaman arsitek itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin berpengalaman harganya juga semakin mahal.

 

Kelebihan Hitungan Per Meter:

 

  • Biaya desain jelas di awal, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan membengkak di akhir.

 

Kelemahan Hitungan Per Meter:

 

  • Anda perlu memperhatikan lebih detail apa saja yang akan Anda dapatkan dengan harga yang ditawarkan. Cobalah untuk meminta rincian jasa dari arsitek tersebut.

 

  1. Hitungan Presentase

 

Yang kedua, menghitung biaya desain dengan menggunakan presentase dari hasil penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Cara ini juga bisa digunakan. Sebenarnya, penghitungan presentase ini sudah di atur oleh lembaga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) berdasarkan besarnya proyek yang dikerjakan. Proyek dibagi 5 tingkat berdasarkan tingkat kerumitannya.

 

Tipe Bangunan Berdasarkan Presentase Biaya Desain:

 

  • Bangunan Khusus

 

Tipe bangunan ini dimiliki, digunakan serta dibiayai oleh pemerintah.

 

  • Bangunan Sosial

 

Yaitu bangunan non komersial seperti gereja, panti, pelayanan masyarakat atau rumah yang luasnya maksimal 36m2.

 

  • Bangunan Kategori 1

 

Bangunan tipe ini memiliki karakter sederhana, serta tingkat kesulitas dan kompleksitas yang rendah. Di antaranya asrama, hostel, bengkel, gudang, bangunan tidak bertingkat, tempat parkir, dan lain-lain.

 

  • Bangunan Kategori 2

 

Tipe bangunan kategori 2 memiliki karakter, kesulitan dan kompleksitas di taraf rata-rata. Contohnya apartemen, kondominium, komplek perumahan, gardu pembangkit listrik, gedung pendingin, pabrik, tempat parkir bertingkat, kantor, restoran, cafetaria, toko, rukan, ruko, pasar, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bioskop, auditorium, ruang pameran, ruang pertemuan, ruang konferensi, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum, klinik medis/umum, rumah jompo, sekolah, kolam renang, gedung olahraga, stadion, taman dan lain sebagainya.

 

  • Bangunan Kategori 3

 

Bangunan ini memiliki karakter khusus dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas yang tinggi. Seperti bandara, hotel, rumah mewah, galery, museum, istana, rumah sakit, monumen, laboratorium, kampus, pusat riset dan penelitian, gereja/masjid yang luas, kantor kedutaan dan lainnya.

 

Semakin besar biaya pembangunan proyek yang dikerjakan, maka semakin kecil presentase biaya desain yang dikeluarkan, tetapi angka rupiahnya akan semakin besar. Kelemahannya adalah Anda tidak dapat memprediksikan berapa biaya desain yang harus dikeluarkan karena tergantung pada penghitungan RAB akhir.

 

Itulah kedua macam cara penghitungan biaya desain yang biasa digunakan oleh arsitek di Indonesia.  Pilihan tergantung pada Anda, yang penting mintalah rincian jasa yang didapatkan. Semoga bermanfaat.