Strategi Permodalan Developer Properti Dengan Peminjaman Bank

Dalam membangun bisnis usaha, pastinya dibutuhkan modal untuk memulai menjalankan bisnis. Banyak cara yang bisa anda dapatkan untuk mendapatkan modal kerja, mulai dari meminjam ke keluarga, mengajukan kredit, menggadaikan aset, hingga peminjaman kepada pihak bank. Namun dalam bisnis property, modal yang anda butuhkan juga lumayan besar maka akan lebih baik untuk memilih melakukan peminjaman kepada pihak bank. (jika ada bank yang menganut sistem bagi hasil, akan lebih aman daripada sistem bunga)
 

 

Alasan Melakukan Peminjaman Ke Bank

 

Sebelum beranjak lebih jauh, akan lebih baik bagi anda untuk mengetahui apa saja alasan kuat mengapa anda harus melakukan peminjaman kepada pihak bank.

 

 

  1. Dana Yang Dimiliki Terbatas

 

Sekaya apapun modal yang anda miliki, tentunya dana yang anda miliki terbatas dan tidak mungkin digunakan untuk membiayai segala peluang investasi yang anda lakukan. Apalagi jika peluang yang datang terus silih berganti dan makin membesar.

 

 

  1. Tidak Ada Pihak Yang Meminjamkan Uang

 

Alasan lainnya mengapa anda perlu melakukan peminjaman ke bank adalah saat tidak ada pihak lain yang menjadi sumber pendanaan anda. jika anda sudah mencoba dan memang tidak ada pihak lainnya yang bisa membantu membiayai transaksi property yang anda jalankan, maka tak ada salahnya untuk melakukan peminjaman kepada pihak bank.

 

 

  1. Bebas Dari Resiko Yang Dapat Menimpa Anda

 

Saat anda mengajukan kredit kepada pihak bank, biasanya anda diwajibkan untuk membeli asuransi jiwa kredit. Meskipun ini terasa mahal, namun hal ini lah yang kemudian dapat menjamin pinjaman anda. Terlebih pinjaman anda digunakan untuk investasi, sehingga anda tak perlu khawatir jika anggota keluarga anda nantinya bisa terbebani hutang jika ada kejadian buruk yang menimpa anda. Untuk itu lah, nilai investasi yang anda miliki harus sepadan dengan nilai hutang yang anda miliki.

 

 

  1. Tingkat COC Tinggi Bahkan Tidak Terbatas

 

COC (Cash On Return) atau yang dikenal sebagai tingkat pengembalian modal merupakan perbandingan dari cash flow positif yang anda dapatkan dari property yang anda  beli dengan nilai modal yang sudah anda keluarkan. Dengan meminjam uang sebagai modal developer property kepada pihak bank, tentu saja anda bisa memperbesar presentasi dari COC tersebut. Hal ini dikarenakan faktor pembaginya merupakan nol. Sehingga dengan meminjam ke bank, maka tingkat keuntungan yang anda peroleh bisa semakin besar.

 

 

  1. Pinjaman Waktu Jangka Panjang Dan Termurah

 

Pinjaman bank kepada pihak property biasanya merupakan jenis pinjaman yang jangka waktunya lebih panjang dan termurah. Anda bisa melihat dari rata-rata jangka waktu untuk KPR, bisa berkisar dari 10-15 tahun. Bahkan ada beberapa bank yang menawarkan pinjaman hingga 20 tahun. Bunga kredit yang ditawarkan juga lebih rendah, tidak pernah lebih dari 2-3%. Hal ini dikarenakan bank menganggap jika property adalah aggunan yang baik karena nilainya yang tidak pernah turun.

 

 

Persyaratan Untuk Mengajukan Pinjaman Permodalan Kepada Bank

 

Dalam mengajukan modal yang digunakan untuk developer property, pastinya anda membutuhkan strategi yang digunakan untuk meluluskan permohonan kredit pinjaman anda. Namun sebelumnya, akan lebih baik jika anda mengumpulkan seluruh persyaratan-persyaratan yang akan diajukan kepada pihak bank seperti di bawah ini.

 

 

  1. Pastikan Anda Memiliki Lokasi Yang Akan Dikembangkan

 

Hal pertama yang harus anda persiapkan adalah lokasi untuk mengembangkan property. Hal ini memang cukup penting mengingat peran nya yang dapat mempermudah negoisasi kerjasama, apalagi jika anda sudah memiliki penjualan. Jika anda tidak memiliki lokasi, maka jangan berharap jika permohonan kerja sama anda bisa dikabulkan.

 

 

  1. Surat permohonan kerja sama

 

Yang dimaksud dengan surat permohonan disini adalah berisikan tentang permintaan kerja sama meliputi tujuan dan maksud dari kerja sama yang anda tawarkan kepada pihak bank sekaligus keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan oleh kedua belah pihak. Surat permohonan ini harus dibuat dengan singkat, padat dan jelas sesuai dengan EYD yang ditetapkan. Selain itu, jangan lupa untuk fokus pada tujuan yang paling utama dari pengajuan proposal kerja sama yang anda buat dan jangan sampai terkesan bertele-tele.

 

 

  1. Company Profile

 

Dalam mengajukan kerja sama permodalan dengan pihak bank, tentu saja masing-masing pihak diharuskan untuk saling mengenal secara detail dari perusahaan yang akan bekerja sama. Dikarenakan pihak developer yang mengajukan permohonan kerja sama, sudah tentu jika pihak developer mengenal pihak bank yang diajak bekerja sama. Maka tugas developer property selanjutnya adalah memperkenalkan dirinya secara detail melalui company profile. Dalam company profile ini anda dapat menjelaskan mengenai keberadaan perusahaan yang anda miliki secara umum, mulai dari sejarah singkat, struktur, kapasitas, kualitas produk, serta pengalaman professional yang dimiliki perusahaan anda. Jangan lupa pula untuk menuliskan data-data yang berkaitan dengan finansial serta permodalan perusahaan.

 

  1. Dokumen Legalitas Perusahaan

 

Beberapa dokumen-dokumen legalitas perusahaan seperti Akta Pendirian Perusahaan, TDP, SIUP, SKDU, serta identitas pengurus dan pemegang saham juga harus anda ikut sertakan dalam pengajuan kerja sama kepada pihak bank. Dokumen legalitas ini bertujuan untuk meyakinkan kepada pihak bank jika perusahaan property yang sedang anda jalankan memang perusahaan yang sudah memenuhi segala prosedur yang ditetapkan pemerintah dan dilindungi dalam Undang-undang yang sudah dinyatakan sah secara hukum yang berlaku.

 

 

  1. Dokumen Legalitas Proyek

 

Tak hanya dokumen legalitas perusahaan, namun anda juga butuh menyertakan dokumen legalitas proyek dala proposal kerjasama developer dengan pihak bank. Dokumen legalitas proyek ini meliputi IMB atau Ijin Mendirikan Bangunan Induk dan Pecahan, serta berbagai macam perijinan lainnya. Dokumen legalitas proyek ini juga perlu dipersiapkan karena tak menutup kemungkinan jika perusahaan legal sekalipun juga berbuat curang saat mengerjakan proyek-proyek ilegal. Sehingga dengan adanya dokumen legalitas proyek ini, bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

 

 

  1. Brosur Dan Pricelist

 

Persyaratan wajib lainnya dalam prosedur permohonan kerjasama dengan pihak bank adalah brosur serta pricelist dari produk-produk yang dimiliki oleh pihak developer. Brosur ini dapat dijadikan sebagai sarana informasi sekaligus promosi demi memasarkan produk-produk property yang anda miliki. Dari sini nantinya pihak bank dapat memperkirakan berapa nilai proyek yang anda miliki serta melihat seberapa jauh keseriusan developer property dalam menangani proyek yang dijalankan. Selain itu, dari brosur ini nantinya pihak bank juga dapat memperkirakan seberapa besarnya daya serap pasar pada property yang sedang ditawarkan.

 

 

Setelah semua persyaratan-persyaratan diatas sudah anda persiapkan, maka kini hal selanjutnya yang dapat anda lakukan adalah segera mengajukan permohohonan kerjasama dengan pihak bank. Datangi bank yang anda tuju dan berikan segala persyaratan yang sudah anda siapkan sebelumnya. Jangan lupa pula untuk menjelaskan secara singkat maksud kedatangan anda agar mempermudah proses pengurusan. Selain itu selalu up to date dengan proges pengajuan proposal anda. Nantinya jika ada yang kurang atau apapun, anda bisa langsung sigap meresponnnya. Nah itu tadi strategi permodalan developer property dengan peminjaman kepada pihak bank. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply