Strategi Permodalan Developer Properti Dengan Mengikutsertakan Kontraktor Membiayai Proyek

Jika anda berencana untuk membuka bisnis sebagai developer property, maka hal utama yang cukup penting yang harus anda persiapkan adalah modal. Tanpa adanya modal, tentu akan sangat sulit bagi anda memulai bisnis developer property. Jika anda memiliki modal yang tidak terbatas, maka anda bisa mendapatkan modal dari uang anda sendiri. Namun bagaimana jika dana yang anda miliki tak cukup untuk membiayai proyek property yang anda bangun? Anda masih bisa menjalankan bisnis property dengan modal yang berasal dari sumber lainnya, mulai dari investor, pengajuan pinjaman kepada pihak bank, dan lainnya.

 

 

Salah satu sumber modal yang dapat anda gunakan untuk membiayai proyek adalah dengan memanfaatkan kontraktor. Kontraktor merupakan mitra yang dapat anda manfaatkan untuk pembangunan proyek dengan menegoisasikan pembayaran. Sebagai developer property, tentu saja pembayaran yang menguntungkan adalah pembayaran yang rendah di awal. Sehingga sebagai developer property anda tidak perlu mengeluarkan modal yang besar dalam proyek pembangunan. Namun untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat penjelasan mengenai strategi permodalan yang bisa anda gunakan untuk mengikutsertakan kontraktor dalam membiayai proyek pembangunan.

 

 

Pola Pembayaran

 

Untuk masalah pembayaran kepada pihak kontraktor, ada beberapa pola pembayaran yang bisa anda terapkan dan sepakati bersama, antara lain adalah:

 

 

  1. Pembayaran Termin

 

Pada pola pembayaran termin, pembayaran yang anda lakukan kepada kontraktor dapat dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan prestasi kerja. Untuk pola pembayaran ini sudah diatur dalam surat perjanjian antara pihak developer dan kontraktor. Sehingga pembayaran yang dilakukan secara termin tetap membutuhkan uang di tahap awal sebagai bentuk uang muka. Hal ini karena umumnya pembayaran termin I dilakukan ketika progress pekerjaan masih 0%.

 

 

Misalnya saja ketika progress pekerjaan yang dilakukan 0% maka besar pembayaran ke kontraktor bisa mencapai 20%. Selanjutnya pembayaran akan dilakukan saat progres pekerjaan sudah mencapai 50%. Dan selanjutnya,pembayaran 50% ketika progress pekerjaan sudah mencapai 80%. Dan yang terakhir, pelunasan bisa dilakukan ketika proyek yang dikerjakan sudah tercapai 100%. Selain itu model pembayaran juga dapat dilakukan dengan pembayaran ditahan (retensi) untuk jangka waktu yang ditentukan sebagai jaminan pekerjaan. besarnya variasi pembayaran juga dapat anda sesuaikan dengan kontraktor, biasanya pembayaran bervariasi mulai dari 10% hingga 30% tergantung dengan kesepakatan yang dibuat.

 

 

  1. Pembayaran Turn-Key

 

Metode pembayaran lainnya yang bisa anda coba adalah dengan menggunakan pembayaran turn-key. Prinsip dari pembayaran turn-key ini adalah pembayaran dapat dilakukan saat pekerjaan sudah dirampungkan. Dengan pola pembayaran ini, maka pihak kontraktor lah yang harus membiayai terlebih dahulu pembangunan proyek. Baru nantinya setelah proyek sudah selesai, pihak developer baru membayarkan biaya pembangunan property sepenuhnya. Dengan pola ini, maka tentu saja pihak kontraktor lah yang membutuhkan modal sebagai biaya untuk menyelesaikan pembangunan proyek. Dengan pembayaran turn-key, maka project pekerjaan anda sebagai developer property juga akan semakin lebih mudah. Anda cukup membuatkan surat perintah kerja kepada pihak kontraktor sehingga nantinya merekalah yang akan melaksanakan proyek hingga selesai. Pihak developer nantinya cukup melakukan controlling agar pekerjaan yang dilakukan kontraktor sesuai dengan spesifikasi yang sudah disepakati. Sistem ini akan membuat anda pihak developer property tidak perlu untuk mengurus hal-hal kecil seperti mengurus gaji tukang, membeli material yang dibutuhkan, mengurus tagihan material, serta hal-hal lainnya.

 

 

  1. Pembayaran Cost and Fee

 

Pola pembayaran ini dapat anda gunakan saat developer property dan kontraktor menyepakati jika kontraktor hanya berperan sebagai pelaksana saja dan mendapatkan fee dari kinerja yang sudah dilakukannya. Sedangkan untuk pengaturan biaya proyek, masih dikelola oleh pihak developer yang berperan sebagai pemilik pekerjaan.

 

 

Lalu Pola Pembayaran Mana Yang Paling Baik?

 

Masing-masing dari ketiga metode pembayaran yang dijelaskan diatas, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun jika diharuskan untuk memilih mana pola pembayaran yang paling baik dari sisi developer property, maka pola pembayaran turn-key lah yang paling direkomendasikan. Dengan menggunakan pola pembayaran turn-key, maka anda bisa mengurangi modal kerja di awal. Bahkan anda sama sekali tidak akan membutuhkan modal karena seluruh biaya nantinya, baik pembangunan serta pelaksanannya ditanggung oleh pihak kontraktor.

 

 

Dengan pola pembayaran turn-key, maka developer hanya wajib membayar kepada pihak kontraktor ketika pekerjaan sudah selesai. Sehingga nantinya anda tidak akan disibukkan lagi dengan hal-hal kecil yang berkaitan dengan pembangunan, seperti gaji tukang, pembelian material, dan lainnya. Lalu apakah ada kontraktor yang ingin bekerja sama dengan melakukan metode pembayaran turn-key? Tentu saja ada, bahkan kebanyakan kontraktor berpikir jika dengan menggunakan pola pembayaran turn-key maka keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan pembayaran termin maupun pola pembayaran lainnya. Hal ini memang sangat pantas didapatkan karena pihak kontraktor membutuhkan modal awal saat mengerjakan proyek.

 

 

Misalnya saja, jika dengan menggunakan pembayaran termin dengan kesepakatan pembangunan rumah 1 lantai dengan tipe 45 adalah Rp 2.500.000/m2. Maka jika menggunakan pembayaran turn-key, maka anda dapat menawarkan harga borongan yaitu Rp 3.000.000/m2 atau berapapun jumlahnya yang penting menarik untuk kontraktor. Mungkin bagi anda sebagai pihak developer akan mendapatkan keuntungan yang lebih kecil, namun tentu saja ini juga akan meringankan anda untuk tidak mengeluarkan modal yang besar di awal untuk pembangunan proyek karena semua pembiayaan sudah ditanggung pihak kontraktor yang bekerja sama dengan anda.

 

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Kontraktor

 

Dalam memilih kontraktor yang akan anda ajak bekerja sama, pastikan anda memerhatikan beberapa hal sebelum memutuskan untuk bekerja sama. Sehingga nantinya proyek yang anda kerjakan dapat lancar dan rampung tepat dengan waktu yang ditentukan.

 

 

  1. Testimoni Dari Konsumen Sebelumnya

 

Hal pertama yang bisa anda lakukan saat memilih kontraktor adalah dengan melihat testimoni dari konsumen-konsumen sebelumnya. Anda bisa melakukan riset tentang track record dari kontraktor yang akan anda ajak bekerja sama. Anda bisa bertanya kepada pihak-pihak yang pernah menggunakan jasa kontraktor tersebut sebelumnya. Atau anda bisa mencari testimoni-testimoni yang ada di internet

 

 

  1. Sudah Berbadan Hukum

 

Pastikan jika anda memeriksa sepak terjang dari pihak kontraktor tersebut sebelum mengajaknya bekerja sama. Tentu saja pihak kontraktor tersebut haruslah berbadan hukum, alamat kantor yang jelas, serta surat izin resmi sehingga kredibilitas kontraktor tersebut tak perlu diragukan lagi.

 

 

  1. Lihat Hasil Kerja

 

Lihat hasil kerja yang telah dilakukan oleh kontraktor tersebut. Anda bisa melihat dari portofolio mereka yang dapat ditemukan pada website maupun sosial media yang dimilikinya. Namun hati-hati, bisa saja pihak kontraktor tersebut memalsukan hasil kerja yang mereka lakukan. Anda bisa melakukan cross checked dengan menghubungi klien-klien yang pernah bekerja sama dengan pihak kontraktor tersebut ataupun langsung mengecek di lokasi proyek yang sedang dikerjakan.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply