Mengenal Kegunaan dan Jenis Gabion/Bronjong untuk Konstruksi

Gabion atau bronjong memang belum cukup familiar di kalangan masyarakat umum. Meskipun sebenarnya, gabion sendiri telah menjadi salah satu bahan material konstruksi utama untuk bangunan berupa dinding penahan longsor dan bendungan. Namun seiring perkembangan zaman, kegunaan dan jenis gabion atau bronjong sering diaplikasikan untuk konstruksi.

 

 

Kini, tidak sedikit bangunan umum ikut memanfaatkan penggunaan bronjong. Bahkan rumah-rumah sebagai tempat tinggal sehari-hari juga ikut dipercantik dengan adanya penggunaan gabion atau bronjong. Tentu saja dengan pemanfaatan yang berbeda. Pada bendungan dimanfaatkan sebagai penahan struktur tanah sedangkan pada rumah dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif yang menghadirkan kesan natural.

 

 

Mengenal Gabion atau Bronjong

 

Gabion berasal dari kata Italia yaitu gabbione atau gabbia yang berarti keranjang besar. Dalam Latin dikenal sebagai cavea yang berarti kandang. Secara singkat, gabion merupakan sebuah keranjang biasanya terbuat dari kawat yang dianyam dengan bentuk silinder atau kotak lalu diisi oleh bebatuan, beton atau material sejenis seperti concrete atau coran dan tanah. Sementara itu bronjong merupakan sebutan atau istilah lain gabion dari bahasa Indonesia.

 

 

Umumnya kawat yang dianyam menggunakan kawat dengan jenis baja berlapis galvanis atau heavy zinc galvanize. Jenis kawat ini memiliki sifat anti karat dan sangat kuat. Kemudian anyaman kawat dibuat membentuk lubang segi enam yang diikat kencang antara setiap sisinya menggunakan lilitan ganda. Gabion akan sangat kuat berkat kekuatan tarik kawat atau tensile strength. Terutama pada lilitan ganda di lubang hexagonal yang berakibat anyaman kawat tidak mudah terurai meski salah satu bagian kawat terputus.

 

 

Kreasi Kegunaan Gabion atau Bronjong

 

Gabion memiliki kegunaan utama sebagai dinding pelindung tebing agar tidak mudah runtuh dan terkikis karena longsor dan hantaman air. Selain kegunaan utama tersebut, rupanya kegunaan dan jenis gabion atau bronjong sangat bervariasi. Beberapa kreasi kegunaan bronjong sebagai berikut.

 

 

  1. Untuk landscape batu alam

 

Gabion memiliki kegunaan untuk landscape batu alam. Biasanya dimanfaatkan agar taman yang minimalis terlihat lebih natural dan mewah. Apalagi jika ditambah dengan paduan lantai rumah dari batu alam. Tentu saja akan memberikan nuansa alami yang sangat dekoratif.

 

 

  1. Untuk dinding

 

Kreasi kegunaan bronjong untuk dinding ini diinisiasi dari desain di Cafe Ato. Letaknya pada sebuah gang di wilayah permukiman penduduk Sin Munro, Korea Selatan. Desain tersebut dibuat oleh sebuah biro desain interior bernama design bono. Dalam hal ini gabion diisikan batu alam sehingga sangat menarik untuk dinding.

 

 

  1. Untuk pot tanaman

 

Gabion juga berfungsi sebagai kanstin tanaman sekaligus barier pembentuk taman. Banyak juga yang menggunakannya sebagai pot tanaman dengan isian batu alam. Agar terlihat lebih menarik, anyaman kawat sering dipoles dengan cat warna-warni.

 

 

  1. Untuk pagar minimalis

 

Sebagaimana kita ketahui, pagar rumah memiliki fungsi pengamanan. Namun saat ini pagar rumah juga berfungsi menjadi bagian dari keindahan bangunan. Akibatnya mulai banyak orang yang memperhatikan desain terbaik untuk pagar. Salah satunya dengan menggunakan gabion yang berisi batu alam. Dijamin rumah Anda akan memiliki pagar minimalis yang unik.

 

 

  1. Untuk furniture

 

Umumnya furniture identik dengan material kayu, besi, kaca atau stenless. Ternyata gabion atau bronjong juga memiliki kegunaan sebagai furniture. Tidak hanya untuk di luar ruangan tetapi di dalam ruangan juga sangat dekoratif dan cantik. Biasanya bronjong digunakan sebagai penyangga atau kaki kursi dan meja. Akibatnya ruangan bisa terlihat lebih bersih dan formal.

 

 

Jenis Gabion atau Bronjong

 

Gabion memiliki beragam jenis berdasarkan bentuk, tipe kawat dan isian yang digunakan. Berikut ini beberapa jenis gabion yang bisa Anda simak.

 

 

  1. Bentuk gabion atau bronjong

 

  • Silinder: Anyaman kawat dibentuk silinder serupa pilar, biasanya untuk penyangga.

 

  • Kotak: Anyaman kawat dibentuk kotak dengan lubang heksagonal, biasanya lebih banyak dimanfaatkan untuk konstruksi.

 

 

  1. Tipe kawat

 

  • Kawat baja galvanis: Bersifat anti karat dengan kadar kandungan garam dan asam yang rendah dan tahan lama, biasanya paling banyak digunakan meskipun kurang menarik.

 

  • PVC: Bersifat semi plastika pada permukaannya, lebih tahan lama dan tahan asam dalam kadr tinggi sehingga tidak mudah karat, memiliki banyak warna dan lebih menarik.

 

 

  1. Isian yang digunakan

 

  • Beton: Anyaman kawat berisi adukan semen yang mengeras atau beton, biasanya digunakan untuk pembuatan jalanan.

 

  • Concrete: Anyaman kawat berisi coran dan tanah, biasanya digunakan untuk dinding yang menahan longsor.

 

  • Bebatuan: Anyaman kawat berisi bebatuan yang bisa dibelah dalam ukuran besar dan kecil tetapi tidak lebih kecil dari lubang anyaman kawat seperti batu alam, biasanya digunakan untuk menahan erosi dan hantaman air.

 

 

Untuk kisaran harga, gabion atau bronjong yang dijajakan di pasaran cukup beragam, sesuai tipe dan diameternya. Mulai dari unit terkecil sebesar Rp390.000 hingga Rp1.300.000 per unit.

 

 

Selain menawarkan kelebihan dari tanggul atau dinding pada umumnya, bronjong mampu menjadi solusi material konstruksi. Tentu saja dengan beberapa kekurangan. Misalnya ukuran yang besar sehingga tidak menghemat tempat, isiannya berat sehingga tidak mudah dipindahkan atau kurang praktis. Meskipun demikian gabion atau bronjong sangat layak untuk dipilih sebagai material bangunan rumah Anda. Nah, sekarang sudah tahu dengan kegunaan dan jenis gabion atau bronjong, bukan? Silakan pertimbangkan untuk menambah daya tarik rumah Anda.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply