Mengenal Fungsi dan Jenis Batu Alam untuk Bangunan

Umumnya batu alam digunakan sebagai material bangunan, khususnya pada hunian minimalis. Hunian minimalis memang mengedepankan kesan dinamis dan mewah dalam luasan yang tidak cukup luas. Pada hunian minimalis, batu alam sering dimanfaatkan untuk melapisi permukaan dinding rumah. Hal tersebut karena kegunaan dan jenis batu alam membuat suasana hunian lebih alami, kokoh dan bernuansa spiritual tradisional. Nah, supaya lebih paham, mari mengenal kegunaan dan jenis batu alam lebih dalam dengan membaca ulasan ini.

 

 

Mengenal Batu Alam

 

Batu alam termasuk salah satu bahan material yang banyak dimanfaatkan untuk material bangunan. Terutama pada saat proses pembangunan sudah pada tahap penyelesaian akhir bangunan. Batu alam sangat populer di kalangan masyarakat berkat kesan yang ditimbulkannya. Seperti kesan dekoratif natural sekaligus mewah. Kesan tersebut bisa timbul sebab ada beragam jenis serta cara memasang batu alam.

 

 

Kolaborasi jenis dan cara memasang batu alam akan menghasilkan berbagai pola dan tampilan dekorasi. Sehingga batu alam menjadi bagian elemen utama dalam pembangunan sebuah hunian. Misalnya batu alam di area taman akan berbeda jenis serta cara memasangnya dengan batu alam di area kamar mandi. Meskipun tidak menutup kemungkinan batu alam dengan jenis dan cara memasang yang sama berada pada semua area hunian. Namun, perlu diperhatikan batu alam juga memiliki kelemahan sulit dibersihkan.

 

 

Kegunaan Batu Alam

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat kegunaan dan jenis batu alam yang beragam. Selain itu, penggunaan jenis dan cara memasang batu alam juga variatif sesuai area bangunan. Hal tersebut karena setiap batu alam mempunyai karakteristik yang berbeda-beda termasuk juga karakter yang timbul karena cara memasangnya yang berbeda. Berikut ini beberapa kegunaan batu alam yang disesuaikan dengan fungsi area dalam bangunan.

 

 

  1. Untuk dinding hunian

 

Kegunaan utama dari batu alam yaitu untuk dinding hunian. Dinding hunian sangat tepat untuk menonjolkan karakteristik dari batu alam. Apalagi dinding hunian merupakan area bangunan yang paling banyak terlihat oleh mata. Tentu saja batu alam memberikan kesan dekoratif yang akan sangat bermanfaat di sini. Bentuk dan tekstur dari batu alam bisa diterapkan dalam kombinasi variasi ukuran yang unik sehingga tidak tampak monoton dan membosankan.

 

 

Beberapa orang mungkin merasa khawatir akan terlihat berantakan jika kombinasi variasi ukuran batu alam diterapkan. Namun jangan khawatir, penggunaan kombinasi variasi ukuran justru membuat hunian terlihat lebih alami dan natural tanpa adanya unsur kesengajaan yang dibuat-buat. Selain itu, Anda juga bisa memilih menggunakan batu alam dengan tekstur kasar atau halus sesuai selera. Meskipun perlu tetap diperhatikan kesesuaian warna batu alam dengan warna cat hunian agar dinding batu alam terlihat semakin natural secara menyeluruh.

 

 

  1. Untuk lantai hunian

 

Anda bisa menerapkan batu alam untuk lantai hunian. Umumnya batu alam yang digunakan untuk lantai memiliki tekstur halus. Misalnya batu alam andesit, marmer, granit, sabak atau travertine. Tekstur batu alam yang halus tentu tidak akan melukai kaki orang-orang yang melintasinya. Selain itu tekstur batu alam yang halus juga memudahkan Anda untuk membersihkan lantai tersebut baik dari debu maupun cairan yang mengotorinya.

 

 

  1. Untuk pagar hunian

 

Kegunaan batu alam lainnya yaitu untuk pagar hunian. Dengan penggunaan batu alam, hunian Anda akan terlihat kokoh, indah dan mewah. Sudah banyak orang yang menerapkan batu alam pada area pagar hunian.  Pagar terkesan lebih unik dan menarik jika dibandingkan dengan pagar besi atau kayu. Selain itu, pagar hunian dari batu alam akan lebih awet karena tidak mudah berkarat atau rusak oleh pergantian hujan dan terik matahari. Bahkan pagar hunian dari batu alam bisa membuat hunian Anda lebih aman karena sulit untuk ditembus oleh maling.

 

 

Jenis Batu Alam

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, batu alam memiliki banyak keragaman jenis. Keragaman jenis ini menentukan karakteristik seperti bentuk, tekstur dan warna dari batu alam sendiri. Beberapa jenis batu alam yang tersedia di pasaran sebagai berikut.

 

 

  1. Batu alam keras

 

Batu alam keras memiliki pori-pori yang sangat rapat sehingga tekstur menjadi keras dan tidak mudah pecah. Jenis batu alam keras, yaitu.

 

 

  • Andesit

 

Jenis batu alam Andesit bersumber dari gunung berapi.  Teksturnya paling keras di antara jenis batu alam yang lain. Andesit memiliki pori-pori rapat sehingga baik digunakan untuk area luar hunian. Selain itu, cocok juga digunakan untuk lantai rumah. Warna Andesit yaitu abu-abu gelap berbintik.

 

 

  • Sabak atau batu kali

 

Jenis batu alam sabak atau batu kali sering kali digunakan untuk fondasi hunian. Tidak banyak orang menjadikannya untuk dekorasi hunian. Meskipun bekas pecahan Sabak dapat diperhitungkan memiliki keindahan dan keunikan berbeda.

 

 

  • Granit

 

Jenis batu alam granit sering dibentuk supaya permukaannya halus. Setelahnya granit akan terlihat lebih mewah dan siap digunakan pada area hunian. Seperti ruang kamar mandi dan dapur. Granit sangat cocok pada kedua area hunian tersebut karena granit memiliki sifat yang sangat tahan terhadap suhu tinggi dan air.

 

 

  • Marmer

 

Serupa dengan granit, marmer juga sering dibentuk supaya permukaannya halus. Setelahnya marmer terlihat indah meskipun tidak bertahan pada air dan suhu tinggi. Apalagi terhadap paparan sinar matahari.  Bahkan marmer mudah tergores dan tidak mudah dibersihkan ketika terkena noda atau kotoran.

 

 

  1. Batu alam lunak

 

Batu alam lunak memiliki pori-pori yang tidak terlalu rapat sehingga lebih mudah dibentuk dan hancur. Biasanya batu alam lunak akan diproses agar tidak terlalu berkilau atau tidak mudah menyerap cahaya. Jenis batu alam lunak, yaitu.

 

 

  • Palimanan

 

Batu alam palimanan sangat populer. Tampilannya sangat menarik dengan warna putih keabuan atau kuning kecokelatan. Ditambah tekstur urat yang tidak beraturan. Palimanan juga mampu menyerap cahaya.

 

 

  • Batu paras

 

Batu paras memiliki tekstur kasar dengan warna kuning kecokelatan.

 

 

  • Batu breksi

 

Batu breksi memiliki tekstur samar dengan garis kurus berwarna putih keabuan. Breksi sangat mampu menyerap cahaya.

 

 

  • Batu candi

 

Batu candi biasa dimanfaatkan untuk bangunan candi. Batu ini tidak memiliki tekstur menonjol dengan warna abu-abu kehitaman.

 

 

Sebagai penutup, kisaran harga batu alam dijual sebesar Rp60.000 hingga Rp180.000 per meter persegi. Dengan mengenali batu alam, Anda bisa lebih siap untuk menggunakannya sebagai material bangunan. Tentu saja hunian Anda akan menjadi hunian yang nyaman untuk keluarga. Bahkan dengan beragam kegunaan dan jenis batu alam bisa memberikan lebih banyak alternatif pilihan yang dapat diterapkan untuk bangunan.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply