Beberapa Kegunaan dan Jenis Baja yang Perlu Anda Tahu

Sudah diketahui bahwa dari dulu hingga sekarang, baja merupakan salah satu komponen penting dalam membuat sebuah bangunan agar menjadi lebih kokoh dan kuat. Dalam hal ini, kegunaan dan jenis baja sendiri sangat banyak dan beragam. Seiring berkembangnya zaman, kualitas serta jenisnya pun makin berkembang. Baja sendiri adalah sebuah logam besi yang menjadi unsur dasar dan dicampur dengan beberapa elemen lainnya sehingga menjadikannya kuat dan kokoh, salah satu unsurnya adalah karbon.

 

 

Kandungan karbon yang menjadi elemen campuran pembuat baja ini adalah berkisar antara 0,2-2,1 persen. Dengan campuran-campuran beberapa elemen penting yang bervariasi, nantinya akan menghasilkan beberapa macam jenis baja dengan berbagai kegunaannya. Dari banyaknya macam baja yang dihasilkan, tentu memiliki kegunaan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, sebelum Anda ingin membuat sebuah bangunan, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu tentang jenis dan kegunaan dari masing-masing baja tersebut.

 

 

Jika dilihat dari kegunaannya, baja memang banyak digunakan dalam pembangunan struktur sebuah bangunan. Namun tak hanya itu, baja pun biasa dijadikan sebagai bahan baku oleh industri otomotif, industri peralatan, dan lain-lain. Selain itu, baja juga memiliki kelebihan pada kekuatan serta daktilitasnya yang sangat baik dan bagus. Material dari baja sendiri pun sangat mudah digunakan dan tentunya kualitas dari berbagai jenis baja tersebut sama bagusnya.

 

 

Jenis Baja Berdasarkan Unsur Penyusunnya

 

Dari berbagai unsur-unsur penyusunnya, baja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu baja karbon (carbon steel) dan baja paduan (alloy steel). Dari dua jenis baja ini, ternyata masing-masing memiliki banyak macam dan jenis lainnya yang sangat beragam. Untuk mengetahui lebih jelasnya, mari simak terlebih dahulu penjelasan di bawah ini tentang berbagai macam serta jenis baja yang ada. Berikut ini di antaranya.

 

 

  1. Baja Karbon (Carbon Steel)

 

Baja karbon ini memiliki tiga tipe berbeda, yaitu baja karbon rendah, baja karbon menengah, dan baja karbon tinggi. Dari masing-masing ini tentu memiliki kadar serta kemampuan yang berbeda.

 

 

  • Baja Karbon Rendah

 

Dari namanya, tentu baja karbon ini memiliki dan mengandung unsur kadar yang rendah yaitu sekitar 0,05-0,3 persen. Karakteristik dari baja karbon rendah ini adalah mudah ditempa serta sangat mudah jika diolah menggunakan mesin. Baja karbon rendah yang memiliki kadar sekitar 0,05-0,2 persen, biasanya digunakan untuk membuat bodi mobil, struktur bangunan, rantai, sekrup, pipa, paku, dan sebagainya. Sedangkan pada kadar baja karbon rendah sekitar 0,2-0,3 persen, biasanya digunakan untuk membuat baut, gigi kendaraan, maupun jembatan.

 

 

  • Baja Karbon Menengah

 

Baja karbon menengah tentu mengandung unsur kadar yang lebih tinggi dari baja karbon rendah, yaitu sekitar 0,3-0,4 persen. Biasanya baja karbon menengah ini lebih sulit untuk dibengkokkan, dipotong, atau pun dilas. Karbon ini biasa dibuat sebagai batang penghubung, pin engkol, dan as roda.

 

 

Untuk baja karbon menengah dengan kadar 0,4-0,5 persen, biasanya digunakan sebagai bahan pembuat as roda mobil, rel, poros engkol, obeng, dan boiler. Sedangkan pada baja karbon menengah dengan kadar 0,5-0,6 persen, biasanya digunakan untuk membuat bahan baku palu dan kereta luncur.

 

 

  • Baja Karbon Tinggi

 

Baja karbon tinggi merupakan baja karbon dengan kandungan kadar yang paling tinggi, yaitu berkisar antara 0,6-1,5 persen. Baja karbon tinggi ini sangat sulit dipotong, dibengkokkan, maupun dilas. Maka dari itu, kualitas dari bahan pembuat baja karbon tinggi ini sangat bagus dan kuat. Baja karbon tinggi ini memiliki kegunaan sebagai bahan baku pembuat sekrup, pisau, palu, kawat, gergaji, serta sebagai bahan pembuat alat-alat pertukangan lainnya.

 

 

  1. Baja Paduan (Alloy Steel)

 

Baja paduan ini tidak hanya terbuat dari bahan dasar besi dan karbon, melainkan juga terdapat campuran dan tambahan unsur-unsur lainnya. Tujuan penambahan unsur-unsur pada baja paduan ini sebenarnya untuk meningkatkan sifat mekanik baja, meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia, menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah, dan juga untuk menciptakan baja dengan sifat-sifat khusus.

 

 

Jika dilihat dari kandungan kadarnya, baja karbon paduan pun juga terbagi dalam tiga jenis. Yaitu baja paduan rendah dengan kadar kurang dari atau sama dengan 2,5 persen, baja paduan menengah memiliki kadar sekitar 2,5-10 persen, dan sedangkan baja paduan tinggi memiliki kandungan kadar lebih dari atau sama dengan 10 persen.

 

 

Berdasarkan tambahan unsur-unsur paduannya, baja paduan ini juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

 

 

  • Baja Paduan Khusus

 

Baja paduan khusus ini dibuat dengan unsur-unsur tertentu yang digunakan untuk keperluan khusus. Pembuatannya pun dilakukan dengan menambahkan satu atau lebih unsur-unsur yang berjenis logam, sehingga nantinya akan menghasilkan baja yang memiliki sifat dan karakteristik sesuai dengan keinginan. Di antaranya baja menjadi lebih kuat, lebih ulet, lebih kerat dibandingkan dengan baja karbon.

 

 

  • Baja High Speed

 

Baja high speed biasa digunakan sebagai bahan utama dalam membuat alat-alat potong, di antaranya adalah seperti reamer, drill, milling cutter, lathe tool bit, dan countersink. Baja high speed ini memiliki kandungan kadar berkisar antara 0,7-1,5 persen. Jika Anda menggunakan serta memanfaatkan baja high speed ini, segala peralatan mampu dioperasikan dengan lebih cepat.

 

 

Selain itu, baja paduan juga memiliki beberapa sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh baja pada umumnya. Baja-baja tersebut antara lain :

 

 

  • Baja tahan garam (acid-resisting steel)
  • Baja tahan panas (heat resistant steel)
  • Baja tahan pakai (wear resisting steel)
  • Baja tahan karat/korosi
  • Baja tanpa sisik (non scaling steel)
  • Baja elektrik (electric steel)
  • Baja magnetik (magnetic steel)
  • Baja non-magnetic (non magnetic steel)

 

 

Kombinasi Baja

 

Jika baja dikombinasikan dengan dua klasifikasi baja menurut kegunaannya dan komposisi kimia, maka akan diperoleh lima kelompok jenis baja.

 

 

  1. Baja karbon konstruksi (carbon structural steel)
  2. Baja karbon perkakas (carbon tool steel)
  3. Baja paduan konstruksi (alloyed structural steel)
  4. Baja paduan perkakas (alloyed tool steel)
  5. Baja konstruksi paduan tinggi (highly alloy structural steel)

 

 

Dalam penjelasan kegunaan dan jenis baja yang beragam di atas, tentu sangat terlihat perbedaan dari masing-masing baja tersebut. Karena di tiap baja memiliki kandungan kadar yang berbeda, sehingga kegunaan dari baja itu pun tidak akan sama satu sama lain. Maka dari itu, jika Anda ingin membuat pembangunan struktur sebuah bangunan, dapat menggunakan baja yang dibuat khusus untuk bangunan saja.

 

Dengan demikian, sudah sangat detail dan jelas mengenai kegunaan dan jenis baja yang telah dipaparkan pada ulasan di atas. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk Anda semua yang ingin mengetahui perihal macam jenis serta kegunaan dari baja. Dan jangan lupa bagikan informasi bermanfaat tentang jenis baja serta kegunaannya ini kepada kerabat dan orang terdekat Anda. Demikian semoga bermanfaat.

5/5 (1 Review)

Leave a Reply