Apa Saja Langkah-Langkah Pengajuan KPR?

Rumah menjadi salah satu kebutuhan primer manusia. Tempat tinggal yang layak dan tentunya nyaman untuk dihuni seluruh anggota keluarga pastinya sangat diidam-idamkan oleh setiap orang. Namun rumah juga masih termasuk ke dalam salah satu barang mewah yang sulit dijangkau oleh kolongan masyarakat menengah. Inilah yang membuat kehadiran KPR menjadi solusi paling tepat untuk memiliki rumah dengan metode cicilan. Adanya pihak bank yang memberikan pinjaman membuat rumah idaman bisa segera dibeli dan ditempati. Produktifitas dan kesejahteraan pun tercipta dengan menyisihkan penghasilan sampai batas waktu yang ditetapkan.

 

 

Lalu seperti apa langkah-langkah pengajuan KPR yang harus dilewati dan syarat apa saja yang perlu dipersiapkan, coba lihat beberapa poin berikut ini.

 

 

Tentukan rumah yang ingin dibeli

 

Saat ini sangat mudah untuk mencari rumah hunian yang sesuai dengan kebutuhan dari segi lokasi, harga, hingga selera. Anda bisa meminta informasi kepada pihak bank rekomendasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR. Selain meminta rekomendasi dari pihak bank, tentu anda bisa mencari sendiri rumah yang sesuai dengan kriteria anda. Mulai dari sisi harga, lokasi, dan seperti apa bentuk rumahnya. Mengingat ini adalah investasi jangka panjang, anda diharapkan selektif untuk memilih rumah karena dengan sistem KPR, anda akan terikat untuk melunasinya hingga 20 tahun ke depan.

 

 

Kumpulkan informasi tentang rumah yang dipilih

 

Setelah anda menemukan rumah yang sesuai dengan kriteria, maka langkah selanjutnya adalah mencari informasi sedetail mungkin mengenai rumah tersebut. Mulailah mengenali lingkungan tempat tinggalnya dan suasana bagaimana aktifitas sehari-hari akan dimulai. Anda bisa memastikan kebutuhan anda terpenuhi soal akses jalan, sarana ibadah, ruang terbuka, hingga pertokoan dan pasar. Setelah itu cari tahu tentang kelengkapan sertifikat dan spesifikasi bangunan. Tanyakan tentang kemungkinan KPR kepada pihak bank mengenai cicilan dan harga rumah tersebut.

 

 

Booking fee

 

Beberapa pengembang atau pemilik rumah menginginkan kepastian bahwa anda akan membeli rumah tersebut sehingga tak jarang mereka meminta booking fee atau biaya tanda jadi. Ini adalah bukti pemesanan agar pemilik tidak menawarkan rumah tersebut kepada orang lain. Pemberian tanda jadi ini juga untuk mencegah pemilik menaikkan harga ketika anda memutuskan membelinya beberapa waktu kemudian. Biasanya aturan booking fee ini juga berkaitan dengan pemilik atau pengembang. Proses selanjutnya diwajibkan dilakukan setelah seminggu atau dua minggu setelah booking fee dibayarkan.

 

 

Pembayaran uang muka

 

Pada saat pembayaran uang muka ini, anda seharusnya sudah mengajukan permohonan KPR kepada pihak bank yang ditunjuk. Pembayaran uang muka biasanya akan dilakukan kepada pihak bank sebesar 30% dari harga rumah atau sesuai kebijakan bank masing-masing. Jika anda membayar uang muka kepada pengembang, maka bisa saja uang tersebut akan dikembalikan jika pihak bank tidak menyetujui untuk transaksi KPR pada rumah tersebut.

 

 

KPR ke Bank

 

Setelah anda melunasi uang muka, maka pihak pengembang akan membantu anda mengurus KPR ke pihak bank yang sudah menjadi partnernya. Namun anda sebagai nasabah juga berhak untuk memilih bank yang dianggap lebih kredibel namun untuk pengurusannya harus dilakukan secara mandiri.

 

 

Sampai di tahap ini, beberapa berkas yang harus disiapkan adalah fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, menjadi pegawai tetap minimal 2 tahun, fotokopi KTP, KK, surat nikah, dan lainnya tergantung kebijakan bank.

 

 

Setelah berkas diajukan, biasanya pihak bank akan membutuhkan waktu paling lama 1 bulan untuk memproses permohonan anda. Dalam waktu 1 bulan ini, bank akan melakukan survey mulai dari tempat bekerja, BI Checking, dan wawancara terkait kondisi keuangan.

 

 

Untuk syarat terakhir biasanya bank akan melihat kemampuan finansial untuk memenuhi kriteria cicilan setiap bulannya yang membolehkan cicilan maksimal adalah 30% dari gaji yang diterima tiap bulannya. Beberapa bank menghendaki penyatuan rekening dengan pasangan namun ada juga yang tidak memberlakukan hal tersebut.

 

 

Jika proses ini diterima, maka anda akan langsung menuju proses berikutnya dengan pembayaran cicilan pertama dan kesepakatan tentang tenor dan besaran suku bunga yang akan diberlakukan selama beberapa waktu tertentu.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply