Sistem Reward and Punishment Untuk Broker

Kita tahu bisnis properti terus berkembang setiap hari. Tak dipungkiri banyak orang beralih ke bisnis properti karena kenyataannya bisnis ini setiap tahun selalu memberikan peningkatan yang cukup signifikan. Ini yang membuat dunia properti tak ada matinya. Bahkan orang-orang yang tadinya memandang sebelah mata terhadap bisnis properti pun mulai banting stir untuk menggelutinya. Anda bisa ikut serta dalam perkembangan bisnis properti terutama di kota-kota besar di Indonesia. Menjadi broker atau agen properti adalah salah satu cara yang paling mudah untuk bisa meraup keuntungan dari bisnis properti ini. Apalagi jika anda ikut bergabung ke sebuah perusahaan properti yang nantinya akan memberikan anda peluang karir yang lebih menjanjikan.

 

 

Tapi tentu dalam perjalanannya, ada banyak hal yang harus dipelajari dari sisi positif dan negative. Pada beberapa perusahaan properti, terdapat istilah pemberian reward dan punishment kepada karyawananya. Biasanya broker yang mampu menjual banyak properti akan mendapatkan reward yang cukup menggiurkan. Lalu bagaimana dengan punishment yang diberlakukan, apakah sesuai dengan kenyataan?

 

 

Berikut ini adalah cara memberikan reward dan punishment yang baik dan benar untuk membuat para karyawan meningkatkan produktifitasnya.

 

 

Pujian adalah reward terbesar

 

Tentu reward yang diterima oleh sesorang dalam perusahaan tidak hanya berupa materi. Penghargaan seperti pujian yang tulus dari atasan dan rekan sekantor. Dengan pujian ini, tentu anda sebagai pegawai berprestasi mendapatkan penghargaan emosional dari rekan-rekan anda dan berpengaruh positif pada kinerja anda di masa mendatang.

 

 

Reward bersama rekan satu tim

 

Jika anda berhasil menjual beberapa unit rumah dalam waktu yang cukup singkat, tentu semua itu tak lepas dari bantuan rekan-rekan anda yang memotivasi dan mendukung anda. Untuk itu anda bisa merayakan keberhasilan ini bersama rekan-rekan satu tim. Dijamin rekan anda akan ikut merasa termotivasi dan nantinya akan berada di posisi anda berhasil mencapai target. Perusahaan juga harus peka dengan hal ini agar tidak terjadi kesenjangan dengan broker lain di dalam satu perusahaan properti.

 

 

Reward tahunan

 

Perusahaan selalu memiliki pencapaian dalam satu tahun yang harus dirayakan. Untuk itu perlu diberikannya reward kepada tim yang berprestasi dalam memajukan perusahaan. Misalnya setahun ini perusahaan berhasil menjual banyak unit dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tentu para karyawan perlu diapresiasi dengan memberikan reward tahunan. Ini akan membuat para karyawan termotivasi untuk lebih baik lagi di tahun depan.

 

 

Punishment lisan

 

Untuk memberikan hukuman atau punishment, tentunya harus diawali dengan tindakan yang lebih kekeluargaan. Perusahaan bisa memberikan teguran secara lisan untuk memberikan peringatan tentang pelanggaran dan kesalahan yang dibuat oleh karyawan. Diharapkan dengan teguran lisan, karyawan masih mampu menerima dan bisa berubah di masa depan.

 

 

Potong gaji

 

Pemotonga gaji atau tunjangan tidak tetap adalah bentuk punishment yang kerap dilakukan oleh pihak perusahaan untuk membuat karyawan lebih berhati-hati lagi ke depannya. Pelanggaran dan kesalahan yang dibuat tentu sudah cukup membuat perusahaan memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji. Punishmet semacam ini dinilai lebih manusiawi dan memiliki efek jera karena tentunya pengurangan bonus atau gaji adalah hal yang benar-benar mengganggu bagi kehidupan karyawan.

 

 

Konseling

 

Tentu masih ada punishment yang lebih bijak sebelum karyawan mendapatkan hukuman yang lebih berat seperti diberhentikan. Melakukan beragam konseling untuk mengetahui penyebab dari masalah karyawan bisa dilakukan untuk membuat karyawan bekerja lebih optimal lagi di masa depan.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply