Proses Pelatihan Agen Properti

Jika anda ingin menjadi agen properti atau broker yang handal, tentu ada banyak syarat yang harus anda siapkan. Selain kemauan dan tekad, ada banyak hal tentang properti yang harus anda pahami sehingga nantinya saat anda bergerak di lapangan tidak mengalami kepanikan dan tentu gagal meyakinkan calon konsumen. Satu hal yang perlu anda siapkan adalah mengikut pelatihan untuk bisa mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi ini akan didapatkan setelah anda melewati masa pelatihan yang biasanya berjalan tiga hari lalu mengikut ujian selama satu hari. Biaya untuk mengikui proses sertifikasi ini adalah Rp 5,5 juta. Setelah mendapatkan sertifikasi ini, anda akan menjadi anggota AREBI dan menjadi broker yang siap terjun ke lapangan secara professional.

 

 

Namun tentu ada beberapa hal yang perlu anda siapkan secara mandiri untuk menjadi agen properti yang handal dan siap mengajak konsumen untuk membeli properti yang anda tawarkan. Berikut ini beberapa hal penting yang harus anda pahami untuk bisa menjadi broker handal di masa depan dan meniti karir professional yang cemerlang.

 

 

Persiapan

 

 

Anda pasti tahu bahwa menjadi broker membutuhkan waktu luang yang cukup banyak agar bisa bertemu dengan calon konsumen kapan saja. Jangan setengah-setengah ketika terjun ke dunia properti ini karena nantinya anda akan berhenti di tengah jalan karena terlalu mengikuti arus. Buat perencanaan dan pastikan waktu anda tercurah untuk memulai karir ini.

 

 

Bangun figur professional

 

 

Tentu pembawaan yang elegan dan supel akan membuat calon konsumen tertarik dengan penjelasan anda yang lugas dan tepat sasaran. Tentu anda tidak mau bertemu dengan calon konsumen dengan kalimat terbata dan gesture yang kurang percaya diri. Membangun figure diri anda sendiri adalah modal utama untuk bertemu dengan banyak orang. Poles diri anda bak barang dagangan sebelum anda menjual produk properti anda.

 

 

Perluas koneksi

 

 

Tentu anda harus membangun koneksi yang kuat dengan sesama broker lainnya dan beberapa perusahaan properti yang ada di sekitar wilayah anda. Selain menjadi competitor, tentu anda bisa saling bertukar pikiran tentang produk properti yang sedang ditawarkan. Anda bisa menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan banyak orang sebagai sesama broker ataupun calon konsumen. Meski banyak konsumen yang tidak jadi membeli produk properti anda, jangan putuskan hubungan karena bisa jadi di kemudian hari konsumen ini akan membeli ketika menemukan harga dan produk properti yang cocok.

 

 

Pahami peta konsumen

 

 

Setelah anda memiliki listing properti yang cukup banyak, maka anda bisa mengelompokkan calon konsumen anda sesuai dengan demografi dan keinginannya terhadap produk properti tertentu. Ini akan membuat anda menjadi lebih tepat sasaran dalam mempromosikan listing properti yang anda punya. Jika salah seorang gagal membeli, bisa jadi dia akan tertarik dengan produk sejenis dengan lokasi dan harga yang lain.

 

 

Buat spesialisasi

 

 

Ada banyak jenis properti yang dipasarkan di luar sana dan anda bisa membuat spesialisasi anda sendiri untuk lebih memahami produk-produk propertinya dan menggaet calon konsumen yang tepat. Misalnya anda bisa mengkhususkan diri untuk mempromosikan properti berbasis syariah, atau properti berbasis hijau dan alam. Dengan mempelajari lebih detail tentang sebuah produk properti, sudah pasti anda bisa lebih meyakinkan calon konsumen.

 

 

Tentu anda tidak bisa menjadi broker professional dengan instan. Semuanya membutuhkan proses tapi anda bisa mempercepat proses itu dengan mencari jalan-jalan pintas yang membuat anda lebih gigih seperti beberapa hal di atas. Anda bisa terjun langsung ke lapangan mendampingi rekan anda yang lebih senior sehingga kemampuannya bisa anda serap langsung tanpa menunggu lama.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply