Prosedur Kerja Arsitek Profesional

Seorang arsitek yang profesional dituntut untuk bisa membuat desain yang tidak hanya bagus tetapi juga dapat menyelesaikan masalah desain yang ada. Selain itu, arsitek juga dituntut untuk dapat peka terhadap lingkungan sekitar yang berkaitan dengan peraturan atau persyaratan bangunan, keselamatan gedung dan lain sebagainya.

 

Biasanya arsitek yang sudah profesional di bidangnya, ia memiliki beberapa sertifikat atau lisensi. Jadi bukan hanya sekedar sudah menempuh pendidikan tetapi juga lulus dalam sertifikasi terkait seperti Standar Kompetensi Arsitektur (SKA) dan Surat Ijin Bekerja Perencana (SIBP) atau sekarang di sebut dengan Ijin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB). Biasanya sertifikasi semacam itu dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

 

 

Apa Saja yang Dilakukan Arsitek profesional?

 

 

  1. Memahami Klien

 

Arsitek profesional dituntut untuk dapat memahami keinginan klien dan mengulasnya dalam bentuk gambar. Mereka harus mampu mengimplementasikan kemauan klien menjadi sebuah desain. Dengan memahami keinginan klien, arsitek akan lebih mudah dalam membuat desain. Arsitek juga dituntut untuk tidak hanya menuruti kemauan dari klien tetapi juga memahaminya untuk kemudian mengolahnya dan mengarahkan ke arah penyelesaian desain yang lebih baik.

 

  1. Memecahkan Masalah

 

Sebuah desain pasti memiliki masalah didalamnya yang perlu diselesaikan dengan ide desain dari arsitek. Di sinilah peran penting arsitek, sebagai ahli untuk membuat desain untuk dapat memecahkan masalah. Karena dalam mendesain, seorang arsitek tidak boleh sembarangan. Harus berdasarkan analisa terlebih dahulu, barulah setelah itu dapat menyimpulkan ide pemecahan maslaah yang dituangkan dalam sebuah desain. Desain juga harus disesuaikan dengan keinginan klien.

 

  1. Mengawasi Proyek Hingga Selesai

 

Seorang arsitek dapat melakukan pengawasan terhadap suatu proyek yang ia kerjakan hingga selesai dibangun. Dalam hal ini arsitek harus bekerja sama dengan kontraktor atau builder dalam proses konstruksinya. Sedangkan arsitek itu sendiri mengawasi untuk memastikan pekerjaan selesai sesuai waktu yang telah diperkirakan dan sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya. Dengan begitu, proses pelaksanaan bangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

 

  1. Memiliki Taste Desain

 

Arsitek handal pasti memiliki taste atau style desain sendiri dan berbeda dari arsitek lainnya. Taste desain yang dimiliki seorang arsitek didasari dengan pengalamannya bekerja, tipe proyek yang dikerjakan dan berbagai pengalaman lainnya. Biasanya taste desain akan berpengaruh pada lingkup pekerjaan yang mereka kerjakan. Misalnya arsitek tipe hunian akan lebih banyak menerima proyek hunian daripada membuat desain bangunan komersial yang mungkin akan banyak menyita waktu karena bukan taste desain mereka atau belum terlalu berpengalaman di bidangnya, karena setiap arsitek memiliki spesial desain sendiri-sendiri.

 

  1. Merencananya Anggaran Biaya

 

Arsitek harus bisa membuat perencanaan anggaran biaya untuk sebuah desain yang ia buat. Anggaran biaya ini nantinya diinformasikan kepada klien dan harus disesuaikan dengan budget klien. Peran penting arsitek adalah membuat desain yang sesuai dengan kemampuan anggaran yang disediakan oleh klien. Hal ini juga merupakan tantangan bagi arsitek dalam membuat desain dan memilih material yang sesuai. Tidak semua arsitek ahli dalam bidang penghitungan anggaran biaya, beberapa dari mereka hanya ahli mendesain, beberapa yang lain memilih untuk fokus melakukan penghitungan anggaran biaya. Namun, adapula arsitek yang ahli atau handal di keduanya.

 

Dan masih banyak lagi yang harus dikerjakan oleh seorang arsitek karena memang pekerjaan rancang bangun memerlukan kesabaran dan ketelitian agar hasilnya juga maksimal.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply