Pengertian Lengkap Desain Skematik

Seorang arsitek merancang desain untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan home owner. Dalam hal ini, arsitek dapat merancang beberapa konsep desain sampai desain tersebut menjadi solusi dalam permasalahan. Dalam merancang bangunan, ada kegiatan perancangan desain skematik yang mana diartikan dan ditujukan untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan proyek. Desain skematik disini dilakukan untuk mengetahui apa yang akan diraih dan digapai dalam suatu proyek. Proses ini juga dikenal dengan tahapan “Programming” karena tujuannya untuk membuat rancangan dari seluruh proses desain. Dalam artikel ini akan membahas pengertian lengkap desain skematik seperti berikut.

 

 

  1. Mewujudkan Kebutuhan Home-Owner

 

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, desain skematik dibuat untuk mewujudkan rancangan desain yang telah dibuat. Dalam fase ini, Anda dapat membuat dan mendiskusikan berapa ruangan yang akan dibutuhkan dalam bangunan. Jumlah ruangan yang ada akan mempengaruhi keseluruhan final desain akhir. Selain itu, ruangan yang ada juga akan mempengaruhi fungsionalitas keseluruhan bangunan. Sehingga, ada baiknya jika Anda menentukan berapa banyak ruang tidur dan kamar mandi dan menentukan seberapa luas ruangan tersebut sesuai keinginan Anda.

 

 

  1. Menentukan Lokasi Rancangan Desain

 

Desain skematik juga bertujuan untuk menentukan lokasi setiap ruangan. Yang dimaksud disini adalah ketika Anda sebagai home owner ingin ruang tamu bersebelahan dengan ruang keluarga. Maka, arsitek dapat mewujudkannya kedalam rancangan desain. Selain itu, Anda juga dapat menentukan apakah ada ruang kosong atau ruang bermain atau taman sebagai pelengkap dalam bangunan nantinya. Lebih dari itu, Anda juga dapat menentukan ruangan mana yang akan dijadikan master bedroom atau master bathroom nantinya.

 

 

  1. Menggunakan Bubble Diagram

 

Dalam desain skematik, seorang arsitek dapat menggambarkan “Bubble Diagram”. Diagram ini bertujuan untuk memaparkan dan menggambarkan hubungan antara ruangan, lokasi, dan akses terhadap setiap ruangan. Diagram ini dibuat dengan beberapa warna yang berbeda sehingga menunjukkan hubungan antara desain.

 

  1. Merancang Kebutuhan Desain

 

Desain skematik juga dapat merancang kebutuhan bahan dalam rancangan desain. Dalam hal ini, desain skematik dapat menggambarkan produk apa saja yang digunakan dalam bangunan serta memerhatikan aspek-aspek sosial yang berhubungan dengan rancangan desain selanjutnya.

 

 

Desain skematik dapat digambarkan sebagai salah satu tahap mendesain dalam proyek. Ketika Anda sebagai home owner mendiskusikan kebutuhan seperti berapa banyak ruangan dan kebutuhan fungsi bangunan lainnya, maka tahap ini disebut “Programming”. Dalam kasus ini, arsitek mendapatkan informasi dan data-data mengenai kebutuhan desain.

 

 

Selanjutnya, arsitek akan menyiapkan desain kasar yang menunjukkan berapa banyak dan bagaimana ruangan dalam bangunan terlihat. Desain kasar yang digambar di kertas ini adalah hasil dari tahap “Programming” dengan koleksi informasi dan data yang didapat dari home owner. Lalu, mereka membuat sketch dengan pensil di kertas maupun digital untuk merancang desain keseluruhan dan tahapan ini disebut dengan desain skematik. Dapat dikatakan bahwa desain skematik adalah tahapan yang memproses sketsa desain sebelum dilanjutkan ke tahap Design Development.

 

 

Simpulannya, desain skematik juga berhubungan dengan rencana desain yang akan dibuat. Desain tersebut dirancang dalam pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar. Arsitek juga membuat diagram untuk menggambarkan nilai fungsional bangunan. Selain itu, arsitek juga merancang aspek kualitatif dan aspek kuantitatif dalam bentuk laporan tertulis dan gambar. Aspek ini dirancang untuk menentukan perkiraan luas lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan pembangunan. Tujuan dibuatnya desain skematik ini adalah untuk memastikan bahwa arsitek benar-benar telah memahami arahan dan keinginan klien yang berkaitan dengan fungsi dan estetika bentuk bangunan. Pada intinya, klien nantinya akan lebih mudah membayangkan bagaimana bangunannya terbentuk dengan adanya desain skematik ini.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply