Pembangunan Proyek Hasil dari Desain Arsitek

Dalam pembangunan proyek, jasa arsitek sangat dibutuhkan untuk merancang kebutuhan bangunan dan mendesain bentuk bangunan itu sendiri. Proses ini dapat dicapai dengan melalui beberapa tahapan seperti konsultasi dengan klien, desain skematis, dan design development. Tentunya, proses ini memakan waktu dan biaya yang cukup besar. Namun, dengan bantuan jasa arsitek dan hubungan dengan klien yang kooperatif, proyek pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

 

 

Arsitek sebagai pemberi jasa bertugas mencari dan menemukan solusi terhadap permasalahan desain. Selain itu, arsitek juga bertanggung jawab dalam menyediakan media untuk merancang bangunan nantinya. Koordinasi antara arsitek dan klien perlu dibina sebagai sebuah tim.

 

 

Pembangunan proyek memang dilaksanakan sebagai hasil dari desain arsitek. Namun, proses desain itu sendiri tidak lepas dari kontribusi klien atau home owner. Klien berperan untuk memberikan masukan terhadap kebutuhan dan keinginan pada rancangan desain. Dikutip dari buku “Poetic of  Architecture, membahas mengenai hubungan arsitek dengan klien. Pada beberapa poin menyatakan bahwa arsitek tidak dapat menghasilkan karya arsitektur sendiri, melainkan hasil dari sekumpulan orang; pemberi tugas atau klien, arsitek, konsultan dari berbagai disiplin lain, contohnya struktur, mekanikal elektrikal, lansekap, special lighting, dan sebagainya.

 

 

Selain itu, terkadang klien merasa tidak puas dengan hasil pekerjaan arsitek. Ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti hasil yang tidak sesuai dengan keinginan maupun waktu dan biaya yang keluar dari rencana. Sehingga, diperlukan suatu sistem dan kerjasama yang baik dalam merancang desain dan merencanakan pembangunan proyek hasil dari desain arsitek.

 

 

Berikut adalah tahapan pembangunan proyek hasil desain arsitek.

 

 

  1. Proses Desain

 

Arsitek memerlukan proses desain yang cukup panjang. Klien yang datang untuk berkonsultasi dan membuat perjanjian kontrak dapat meminta rancangan desain untuk pembangunan proyek. Beberapa proses harus dilewati seperi koordinasi dengan ahli struktur, mekanikal (pemipaan) elektrikal (listrik), dan lainnya.

 

 

Konsep rancangan ini merupakan dasar pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan semua bidang terkait sehingga nantinya melandasi perancangan aspek lainnya seperti kebutuhan, tujuan, biaya, dan kendala proyek. Hal-hal ini juga memerlukan pengaturan jadwal waktu di setiap prosesnya. Selain itu, desain yang dirancang juga harus memenuhi aspek kebutuhan dan keinginan klien yang didapat dari pengumpulan dan olah data.

 

 

  1. Perancangan Hasil Desain

 

Setelah itu, desain yang telah dirancang oleh arsitek dapat ditelaah dan dikoreksi oleh klien. Jika dirasa sudah tepat, maka arsitek dapat memulai tahapan kerja selanjutnya. Pada tahap ini, rancangan desain awal diwujudkan kedalam bentuk gambar-gambar yang menunjukkan nilai fungsional bangunan. Arsitek juga menimbang aspek-aspek kualitatif dan kuantitatif seperti perkiraan luas lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan pembangunan.

 

 

  1. Pembangunan Proyek dan Konstruksi

 

Tahap berikutnya termasuk kedalam proses pengadaan pelaksanaan konstruksi. Disini arsitek dapat bekerja sama dengan kontraktor untuk memulai pembangunan proyek. Dalam hal ini, desain yang diajukan oleh arsitek dapat menjadi panduan konstruksi bangunan oleh kontraktor. Hal ini berfungsi untuk mengukur dan mempertimbangkan kelayakan desain dengan konstruksinya. Lebih dari itu, bangunan yang dibuat bergantung pada aspek seperti nilai manfaat, konstruksi, dan nilai ekonomi. Desain pada konstruksi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk merancang biaya yang diperlukan.

 

 

  1. Pengawasan Berkala

 

Setelah itu, arsitek juga dapat berperan untuk mengawasi jalannya proyek. Apakah sesuai dengan desain yang telah dirancang atau tidak.

 

 

Setelah mengetahui bagaimana pembangunan proyek hasil dari desain proyek, Anda dapat mempelajari bahwa ada beberapa tahapan dan proses desain yang dilakukan oleh seorang arsitek sebelum memulai pembangunan konstruksi pada proyek. Untuk membangun pekerjaan proyek yang lancar dan tepat sasaran, maka dibutuhkan kerjasama antara tim konstruksi, arsitek, dan klien yang baik. Dengan begitu pembangunan proyek akan berjalan lancar sesuai dengan kesamaan visi dan misi serta rencana yang telah dirancang sebelumnya.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply