Memeriksa Kelengkapan Dokumen dan Bangunan

Dokumen-dokumen penjualan properti perlu dipersiapkan dengan baik. Kelengkapan dokumen menjadi syarat dalam penjualan properti. Selain itu, dokumen properti yang lengkap akan menambah kredibilitas anda sebagai penjual properti dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika tidak, beberapa masalah mungkin akan terjadi seperti kehilangan pelanggan dan masalah dengan penegak hukum. Dokumen bangunan yang tidak lengkap juga dapat bermasalah dengan sengketa. Oleh karena itu, ada beberapa dokumen yang perlu diperiksa dalam jual beli properti sebagai berikut.

 

 

  1. Surat Kepemilikan Tanah

 

Dokumen pertama adalah surat kepemilikan tanah. Surat ini merupakan dokumen mutlak yang harus ada. Sertifikat berikut adalah sertifikat yang dapat mencegah anda dari masalah sengketa. Selain itu, anda juga harus mengecek validitas dan legalitas dari surat yang bersangkutan. Adapun beberapa jenis surat kepemilikan tanah yaitu:

 

a). Sertifikat hak milik (SHM)

 

Anda dianjurkan untuk memiliki SHM, karena sertifikat ini merupakan sertifikat kepemilikan tertinggi yang memiliki kekuatan hukum dan tidak dapat kedaluwarsa.

 

b). Sertifikat hak guna bangunan (SHGB)

 

Sertifikat ini harus diperpanjang setiap 15 atau 20 tahun sekali.

 

c). Sertifikat Hak Pakai (SHP).

 

SHP harus diperpanjang setiap 15 atau 20 tahun sekali.

 

 

  1. Sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

 

Sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) diperlukan untuk memastikan bahwa bangunan yang anda miliki adalah legal. Dokumen ini memuat izin mendirikan bangunan dan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat. Tidak adanya sertifikat ini dapat membawa masalah seperti denda 10 persen dari nilai bangunan atau pembongkaran paksa.

 

 

  1. Akta Jual Beli (AJB)

 

Selanjutnya, anda juga harus memeriksa kelengkapan dokumen seperti akta jual beli. AJB juga merupakan bagian dari SHM yang memuat keterangan tentang transaksi terakhir jual beli rumah yang terdapat pada SHM. Dalam hal ini, anda perlu mengecek akta jual beli terakhir yang menandakan bahwa tanah dan rumah itu tidak dalam masalah sengketa. Sama halnya dengan surat lain, anda perlu memastikan keabsahannya dengan melihat apakah surat tersebut dikeluarkan oleh notaris atau tidak.

 

 

  1. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

 

Dokumen lainnya yang harus dipersiapkan adalah surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dokumen ini harus ada untuk memastikan bahwa pemilik bangunan taat membayar pajak tiap tahun. Selain itu, untuk memastikan kebenarannya, anda dapat meminta tanda bukti pembayaran dari penjual. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya denda.

 

 

  1. Bukti Pembayaran Tagihan

 

Dalam jual beli properti, anda juga harus memeriksa bukti pembayaran tagihan terhadap bangunan seperti pembayaran air PDAM, telepon, dan listrik. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari adanya denda.

 

 

Dokumen diatas adalah dokumen yang harus dilengkapi dalam jual beli properti. Disini anda harus memastikan keabsahan dari setiap dokumen. Anda perlu waspada terhadap bangunan yang hanya memiliki sertifikat girik yaitu tanda kepemilikan atas lahan adat atau lain-lain yang belum didaftarkan ke kantor pertanahan setempat. Anda juga harus melihat nama yang tercantum pada setiap sertifikat. Jangan sampai nama penjual dan nama pada sertifikat berbeda. Jika memang berbeda, anda dapat memeriksa apakah ada surat kuasa atau tidak. Selain itu, ada baiknya jika anda melihat ukuran atau luas properti bangunan dari sertifikat aslinya, sehingga anda mengetahui detil properti bangunan secara faktual.

 

 

Dalam hal ini, setelah negosiasi yang anda lakukan, anda harus memeriksa seluruh kelengkapan dokumen yang dimiliki lawan kontrak Anda. Pastikan sebelum penandatanganan negosiasi, anda yakin bahwa seluruh surat perijinan telah ada dan terurus. Dengan begitu, anda dapat melakukan jual beli properti dengan perasaan aman dan nyaman.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply