Dictionary

Disini kita akan membahas secara singkat istilah atau singkatan yang jarang terdengar atau justru kita belum mengetahuinya. Kita rangkum sedemikian rupa agar pembaca bisa langsung memahami.

 

Pertama, istilah dari pelaku property.

 

Pelaku atau orang yang melakukan aktifitas property diantaranya adalah investor, developer, PPAT, Arsitek, Kontraktor, Agen Property, dan sebagainya. Pelaku property tersebut tidak bisa dipisah, karena satu sama lain saling terikat untuk kesuksesan sebuah proyek. Dari gambaran sederhana tersebut, kita bisa mengetahui posisi apa yang sedang kita kerjakan sekarang.

Bisa dikatakan sebagai instansi yang akan membuat sebuah property, baik dari perorangan maupun dari perusahaan yang memiliki badan hukum. Jadi untuk menjadi developer butuh keseriusan tinggi, tekad yang kuat, mampu bernegoisasi, dan lain-lain. Anda yang ingin menjadi developer bisa lebih detail mempelejari dihalaman ini.
Tidak ada bisnis property tanpa modal kecil. Anda bisa menawarkan proposal proyek Anda kepada Investor. Walaupun investor memiliki dana yang besar, tidak mudah untuk mendapatkannya. Selain harus mempersiapkan jaminan keamanan keuangan, bagi hasil, waktu pengembalian modal, sebagai developer juga harus memiliki trust (kepercayaan). Investor property pastinya orang yang sudah paham betul dunia property, penuh perhitungan, mengetahui resiko dan paling penting mengetahui kepada siapa ia menyetorkan dananya. Sebagai investor pemula, sebelum benar-benar terjun menjadi investorp property, alangkah lebih baik bila mempelajari dahulu di halaman ini.
Masalah yang berkaitan dengan sertifikat, atau surat menyurat adalah tugas dari PPAT singkatannya Pejabat Pembuat Akta Tanah yang nantinya akan diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebutan umumnya disebut notaris. Anda sebagai developer pasti akan bolak-bolak menuju PPAT untuk memastikan tanah yang akan dijadikan proyek tidak memiliki sengketa. Dan sudah menjadi kewajiban bagi developer untuk memastikan semua perijinan selesai sebelum proyek itu berjalan.
Merancang desain dengan perhitungan yang tepat melibatkan seorang arsitektur. Konsep developer untuk membangun rumah seperti apa, bisa diajukan pada arsitektur. Dengan adanya arsitek, sebuah bangunan akan lebih terstruktur dan terukur. Tidak hanya itu, lahan yang terbatas pun bisa dijadikan bangunan yang indah oleh sang arsitek. Dengan tangan dan ide ajaibnya, developer akan mendapatkan bangunan yang menarik serta maksimal. Namun perlu diperhatikan, jangan karena menarik desainnya saja, tetapi harus fungsional.
Apabila desain dan rancangan sudah jadi, waktunya untuk membangun property dengan bantuan kontraktor. Instansi atau perusahaan yang menawarkan jasa pembangunan sebuah proyek inilah yang bertugas untuk menjadikan rancangan Anda terealisasi. Sebagai developer, Anda juga harus “smart” memilih kontraktor.
Agar Anda tidak pusing-pusing me-marketingkan atau menawarkan property yang Anda bangun, gunakan jasa marketing yang handal dan sudah teruji kapasitasnya. Salah satu bagian dari marketing adalah Agen property, istilah lainnya broker. Merekalah yang akan “menggurita” mencari pembeli property Anda. Marketing adalah ujung tombak sukses tidaknya proyek Anda. Apakah masih berminat menajdi developer? atau jadi agen property dahulu? Pelajari semuanya di explandia.

 

Apabila Anda sudah familiar dan hafal istilah pelaku properti, kini Anda bisa menghafal kembali tentang “Istilah Sertifikat Properti

 

Kedua, Memahami Istilah Sertifikat/Dokumen Inti Properti

 

Setelah memahami istilah “pelaku properti” kini saatnya memahami istilah penting lainnya, apalagi jika bukan tentang sertifikat atau dokumen.

 

Dokumen atau sertifikat properti merupakan legalitas yang kuat dimata hukum. Setiap pemilik properti wajib memiliki bukti legalitas berupa dokumen atau sertifikat, begitu halnya dengan investor/buyer, developer, dan sebagainya harus memiliki sertifikat untuk melancarkan segala aktifitas proyeknya dan terhindar dari masalah-masalah hukum.

 

Saking pentingnya sertifikat, banyak orang yang memanfaatkan untuk sesuatu yang melanggar hukum. Contohnya, sertifikat ganda, digunakan untuk mengelabuhi bank untuk mengajukan kredit ataupun digunakan untuk yang lainnya.

Oleh sebab itu, kita wajib mengetahui sertifikat apa saja yang penting didunia properti? Atau jangan-jangan ada sertifikat yang Anda tidak sadar belum dimiliki. Baik, kita simak bersama-sama:

 

atau (Akta Jual Beli) adalah Akta sebagai bukti telah terjadi pergantian kepemilikan terhadap sebuah aset yang sah secara hukum. Dalam proses AJB ini juga dikenai BBN (Bea/biaya Balik Nama)
atau (Sertifikat Hak Milik) adalah Sertifikat akan bukti kepemilikan properti dengan luas yang telah ditentukan.
atau (Izin Mendirikan Bangunan) adalah Surat persetujuan kepada perorangan atau badan hukum untuk mendirikan bangunan/proyek.
atau (Izin Penggunaan Bangunan) adalah Izin ini diberikan setelah proses pembangunan selesai (IMB) dan telah memenuhi syarat dan fungsi sebuah bangunan
atau (Surat Hak Guna Bangunan) adalah Hak untuk mendirikan bangunan atas tanah yang bukan menjadi miliknya.
atau (Surat Hak Guna Usaha) adalah Hak pemilik tanah terhadap lahannya untuk dijadikan suatu usaha.
atau (Pajak Bumi Bangunan) adalah Surat bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan -+ 5 tahun.
atau (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah Nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana administasi perpajakan.
Perjanjian antara penjual dan pembeli yang bersifat sementara sampai benar-benar dilakukan pengurusan AJB. Dengan arti, sertifikat masih nama penjual.

 

Itulah beberapa istilah sertifikat, surat maupun dokumen yang penting didunia properti. Dengan mengenal istilah singkat tersebut, bisa dijadikan sedikit ilmu saat membeli atau menjual properti. Adanya kelengkapan sertifikat, Tak hanya mempermudah proses aktifitas properti melainkan aman dimasa mendatang. Mari, lengkapi sertifikat properti Anda.

5/5 (1 Review)