Archive For The “Legalitas dan Sistem” Category

Mekanisme SOP Listing Produk Properti

Sebuah perusahaan properti yang mempromosikan berbagai produk-produk properti pastinya sudah memiliki list produk properti apa saja yang akan mereka promosikan. Ini berkaitan dengan sejauh mana sebuah perusahaan properti bisa memiliki listing properti yang banyak dan bervariasi. Sehingga perusahaan bisa terus mempromosikan produk properti dengan agen-agennya kepada calon konsumen. Jika listing produk properti ini hanya sedikit, besar kemungkinan perusahaan juga akan kesulitan untuk mempromosikan karena ruang gerak yang terbatas. Lalu seperti apa penanganannya agar sebuah perusahaan properti memiliki listing produk properti yang banyak?

 

 

Listing properti adalah daftar produk-produk yang akan ditawarkan kepada calon konsumen. Semua produk properti seperti rumah, tanah, apartemen, ruko, kantor, dan produk properti lainnya masuk ke dalam listing untuk kemudian diolah menjadi sebuah paket promosi yang menggiurkan para calon konsumen. Secara khusus, listing ini adalah perjanjian atau surat kuasa jual atau surat perintah untuk menjualkan properti dari seorang pemilik properti kepada agen properti. Jadi Untuk mengetahui lebih lanjut, ada beberapa istilah dalam proses listing ini yang sering digunakan oleh para broker properti dan juga perusahaan properti.

 

 

Eksklusif

 

Pada listing yang bersifat eksklusif ini akan mengikat salah satu agen yang ditunjuk oleh vendor atau pemilik properti. Jika ikatan ini bersifat eksklusif, maka vendor tidak boleh memberikan wewenang penjualan kepada agen lain bahkan anggota keluarga dari vendor itu sendiri. Kesepakatan eksklusifitas antara pemilik properti kepada broker ini disepakati dalam perjanjian yang legal.

 

 

Sole Agent

 

Bentuk listing Sole Agent ini bersifat terikat kepada salah satu agen atau broker yang telah ditunjuk. Jadi bisa dikatakan listing bentuk ini merupakan distributor resmi. Namun sang pemilik properti juga berhak untuk menjual sendiri produk propertinya dengan caranya sendiri.

 

 

Open listing

 

Bisa dibilang openg listing adalah salah satu jenis listing yang paling mudah dan fleksibel karena seluruh broker yang berada dalam satu perusahaan properti dibolehkan untuk memasarkan sendiri properti tersebut. Jadi tidak ada perjanjian resmi kepada pemilik properti.

 

 

Net listing

 

Pada sistem net listing ini, pemilik properti berhak mematok harga minimal untuk harga properti miliknya. Harga yang dipatok ini di luar dari biaya-biaya lain yang dibebankan kepada pemilik properti seperti biaya pajak penjualan, komisi broker, dan biaya notaris.

 

 

Promis

 

Meski tidak termasuk ke dalam sistem listing, tapi promis ini memiliki kesamaan dalam penerapannya terhadap pemilik properti. Jadi broker akan mendatangi pemilik properti untuk diajak bekerja sama dan menggunakan jasa broker. Ketika pemilik properti setuju untuk menggunakan jasa broker, maka kesepakatan berlanjut dengan penawaran harga. Nantinya broker akan membayar uang muka pada proses transaksi, kemudian akan meluniasinya begitu broker berhasil menjual properti tersebut. Konsep seperti ini sering dikenal dengan istilah metode flip atau pembalikkan transaksi.

 

 

Berbagai jenis listing di atas merupakan cara yang dilakukan oleh perusahaan properti dan broker untuk membagi properti sesuai dengan perjanjian dengan pemilik properti. Ini akan memudahkan broker dalam mempromosikan ke calon konsumen serta menjelaskan tentang properti yang sedang dipromosikan dengan lebih detail karena mendapatkan kewenangan dan perjanjian langsung oleh pemilik properti.

 

 

Anda bisa mencoba menerapkan listing di atas untuk mempermudah anda dalam mendapatkan daftar properti yang akan dipromosikan. Apalagi jika anda seorang broker mandiri yang tidak bergabung dengan perusahaan properti manapun. Dengan adanya listing yang jelas dan banyak, anda punya peluang yang lebih banyak untuk berhasil menjual properti seperti yang ada dalam daftar listing anda.