Cara Menganalisa Tapak Bangunan

Anda dan arsitek dapat bekerjasama dalam menentukan rancangan bangunan yang diinginkan. Dalam hal ini, Anda dan arsitek dapat berdiskusi mengenai proyek pembangunan bersama. Selanjutnya, untuk membuat rancangan bangunan yang tepat, maka diperlukan analisa terhadap perencanaan tapak bangunan. Hal ini mungkin dilakukan dengan pengawasan dari Anda untuk menjamin ketepatan hasil akhir. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda mempelajari cara menganalisa tapak bangunan seperti dilansir di artikel berikut.

 

 

  1. Mengukur Luas Lahan

 

Salah satu hal yang terpenting dalam menganalisa tapak bangunan adalah mengukur luas lahan. Dengan begitu, desain rumah yang Anda dan arsitek buat, akan mewadahi kebutuhan dan tepat sesuai dengan kadar luas lahan yang ada. Akan lebih optimal lagi jika desain dapat memenuhi fungsi. Oleh karena itu, Anda dapat menjelaskan keadaan lahan pada arsitek. Misalnya Anda mempunyai lahan seluas 10m x 15m yang mana ada aturan tersendiri untuk membuat bangunan di lahan tersebut.

 

 

Dalam hal ini, arsitek mungkin akan menghitung aturan-aturan pemerintah seperti adanya GSB (Garis Sempadan Bangunan) yang membatasi jarak terdekat bangunan terhadap tepi jalan, dihitung dari batas terluar saluran air kotor, atau riol, sampai batas terluar muka bangunan. Ada juga KDB (Koefisien Dasar Bangunan) yaitu total maksimum luas lantai dasar bangunan yang boleh dibangun dan KLB (Koefisien Luas Bangunan) yang berfungsi untuk menghitung batas total maksimum luas bangunan di seluruh lantai. Dengan mengetahui cara menganalisa tapak bangunan berikut, maka Anda dapat mendirikan bangunan yang tak hanya indah, namun juga mempunyai fungsionalitas yang baik.

 

 

  1. Mengukur Batas Ketinggian Bangunan

 

Cara lain untuk menganalisa tapak bangunan adalah dengan mengukur batas ketinggian bangunan. Hal ini perlu dilakukan karena batas tersebut akan berbeda pada setiap daerah. Ini dilakukan pemerintah agar lingkungan bangunan tertata rapi dan tidak mengganggu instalasi kabel ataupun jalur penerbangan.

 

 

  1. Mempelajari Jenis Tanah

 

Berikutnya adalah dengan mengukur jenis tanah. Jenis tanah yang berbeda akan memberi daya dukung yang berbeda pula pada struktur bangunan. Misalnya jika lahan Anda memiliki pondasi tanah berlumpur, maka akan sangat sulit untuk dibuat pondasi. Hal ini dapat diatasi dengan membuat pondasi jauh ke dalam tanah. Ada juga tanah berpasir dan tanah organik yang kurang baik untuk dibuat pondasi diatasnya. Tanah berpasir sendiri memiliki tingkat penurunan yang tidak merata sedangkan tanah organik tidak layak dijadikan lokasi pembuatan bangunan karena tingkat kegemburannya tinggi. Jadi, yang cocok dibuat pondasi atau konstruksi bangunan di atasnya adalah tanah batu.

 

 

  1. Menelaah Lokasi Bangunan

 

Desain rumah yang baik akan menyesuaikan fungsi dan kegunaannya. Untuk mencapai hal tersebut, Anda dapat menelaah lokasi bangunan terlebih dahulu. Misalnya Anda dapat membuat bangunan Anda menghadap ke jalan raya untuk memudahkan penghuni terhubung dengan pedestrian. Perhitungan akan lokasi inilah yang membantu penghuni rumah merasa nyaman untuk melaksanakan kegiatan dan aktivitas sehari-hari di dalam bangunan.

 

 

  1. Memperhatikan Bangunan Sekitar

 

Anda juga dapat memperhatikan bangunan sekitar sehingga bangunan nantinya tidak mengganggu skyline. Lebih pentingnya lagi, Anda tetap menjaga keseimbangan tata lingkungan. Misalnya dengan memperhatikan apakah bangunan sekitar menutup akses jalan ke bangunan Anda atau tidak.

 

 

  1. Memperhatikan Cahaya Matahari

 

Unsur alami seperi pencahayaan matahari juga harus diperhatikan sebaik mungkin dalam menganalisa tapak bangunan. Anda pastinya tahu bahwa cahaya matahari tidak hanya sebagai media penerangan alami namun juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sehingga rancangan bangunan seperti dimana jendela-jendela akan diletakkan dapat dibuat dengan menyesuaikan arah matahari.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply