Cara Membuat SKDP atau Surat Keterangan Domisili Perusahaan

Jika orang atau perorangan membutuhkan KTP atau kartu tanda penduduk sebagai keterangan domisilnya, maka perusahaan juga membutuhkan tempat tinggal yang tetap untuk melakukan usahanya yang keterangan tersebut dibuktikan dengan SKDP atau Surat Keterangan Domisili Perusahaan. SKDP merupakan surat keterangan yang isinya menerangkan tentang domisili atau tempat tinggal tetap dari suatu perusahaan. Untuk eksistentisnya sendiri, suatu perusahaan memerlukan dokumen wajib berupa akta pendirian perusahaan dimana salah satu syarat pembuatannya harus melampirkan SKDP sebagai bukti tempat atau lokasi dari perusahaan tersebut beroperasi.

 

 

Surat Keterangan Domisili Perusahaan atau SKDP dibuat oleh Kantor Kelurahan setempat yang ditandatangani oleh Lurah. Meskipun surat keterangan tersebut dibuat oleh Kelurahan namun pihak Kecamatan juga harus mengetahui dan menandatangani surat keterangan tersebut. Khusus untuk perusahaan yang berkedudukan atau berlokasi di desa, maka SKDP dibuat dan dikeluarkan oleh Kepala Desa yang kedudukannya setingkat dengan Kelurahan serta ditandatangani juga oleh pihak Kecamatan.

 

 

Untuk memperjelas pembahasan mengenai pembuatan SKDP ini, mari simak uraian berikut mengenai syarat dan prosedur yang perlu disiapkan untuk membuat SKDP.

 

 

Syarat dan prosedur pembuatan SKDP

 

Untuk membuat SKDP, Anda memerlukan beberapa dikumen pendukung yang perlu disiapkan sebelum pergi ke Kelurahan setempat. Beberapa dokumen tersebut diantaranya:

 

 

Untuk perusahaan yang berdiri dengan ruko atau tempat milik sendiri:

 

  1. Surat Permohonan pembuatan SKDP dimana surat ini ditujukan kepada Kepala Satuan Pelaksana PTSP Kelurahan dan memuat tanda tangan Direktur Utama perusahaan.
  2. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan keabsahan dokumen terlampir
  3. Asli dan fotokopi akta pendirian perusahaan oleh notaris
  4. KTP asli dan fotokopi penanggungjawab perusahaan
  5. Kartu Keluarga penanggungjawab perusahaan
  6. NPWP pribadi penanggungjawab perusahaan
  7. Fotokopi bukti kepemilikan tanah
  8. Fotokopi slip pembayaran PBB terakhir
  9. IMB dengan peruntukan kantor
  10. Tanda daftar BPJS ketenagakerjaan untuk perusahaan atau badan hukum
  11. Fotokopi slip setoran retribusi izin gangguan dan pajak reklame
  12. Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga jika berhimpitan dengan lokasi perusahaan
  13. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha
  14. Surat kuasa bertandatangan jika permohonan dikuasakan

 

 

Untuk perusahaan yang berdiri dengan gedung atau ruko yang menyewa:

 

  1. Surat Permohonan pembuatan SKDP dimana surat ini ditujukan kepada Kepala Satuan Pelaksana PTSP Kelurahan dan memuat tanda tangan Direktur Utama perusahaan.
  2. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan keabsahan dokumen terlampir
  3. Asli dan fotokopi akta pendirian perusahaan oleh notaris
  4. KTP asli dan fotokopi penanggungjawab perusahaan
  5. Kartu Keluarga penanggungjawab perusahaan
  6. NPWP pribadi penanggungjawab perusahaan
  7. Surat keterangan dari pemilik atau pengelola gedung atau ruko dengan melampirkan fotokopi sertifikat, IMB, dan PBB
  8. Fotokopi surat perjanjian sewa menyewa
  9. Tanda daftar BPJS ketenagakerjaan untuk perusahaan atau badan hukum
  10. Fotokopi slip setoran retribusi izin gangguan dan pajak reklame
  11. Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga jika berhimpitan dengan lokasi perusahaan
  12. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha
  13. Surat kuasa bertandatangan jika permohonan dikuasakan

 

 

Untuk prosedur permohonannya sendiri dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

 

  1. Meminta surat pengantar pembuatan SKDP dari RT RT setempat
  2. Membawa seluruh berkas yang sudah disiapkan ke kantor Kelurahan
  3. Mengisi formulir yang disediakan dan menyerahkan seluruh berkas
  4. Menunggu proses penerbitan SKDP dalam jangka waktu 3 sampai 8 hari kerja sejak pengumpulan formulir dan penyerahan berkas

 

SKDP sudah jadi dan siap dipergunakan sebagaimana mestinya

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply